Penjualan Mobil Bekas Masih Menjanjikan

Penjualan Mobil Bekas Masih Menjanjikan

Perkembangan teknologi digital dan kemudahan dalam transaksi berhasil mempertahankan pasar mobil bekas. Penjualan mobil bekas masih menjanjikan meski menghadapi ”gempuran” penggunaan mobil listrik.

Penjualan mobil bekas berbahan bakar minyak masih menjanjikan di tengah perkembangan kendaraan listrik. Penyediaan akses ke layanan keuangan seperti kredit akan memastikan keberlangsungan pasar mobil bekas. Selain itu, semakin banyak mobil baru yang terjual, maka kian besar pula ketersediaan pasar mobil bekas.

Merujuk data Industry Research, lembaga penyedia hasil riset pasar industri, pangsa pasar global untuk mobil bekas pada 2022 sekitar 810,59 miliar dollar AS atau Rp 12.122 triliun. Jumlah itu diproyeksikan meningkat hingga 1.093 miliar dollar AS atau Rp 16.346 triliun pada 2028 dengan tingkat pertumbuhan 5,12 persen per tahun.

Senior Vice President Lending Moladin, lokapasar mobil bekas dan teknologi finansial di Indonesia, Mulyadi Tjung, mengatakan, penjualan mobil bekas masih menjanjikan meski di tengah ”gempuran” penggunaan kendaraan listrik. Sebab, perdagangan mobil bekas dipengaruhi tingkat penjualan mobil baru.

”Tren penjualan mobil baru terus meningkat. Di Indonesia, rata-rata mobil digunakan selama 10-15 tahun. Bila melihat hal tersebut, potensi pasar mobil bekas bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari penjualan mobil baru,” ujarnya dalam jumpa pers Moladin Finance Indonesia (Mofi) di Jakarta, Rabu (21/6/2023).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *